Senin, 06 Juli 2009

Terbentuknya Molekul Air

Air merupakan sebuah zat istimewa bagi kehidupan, dua pertiga dari permukaan bumi adalah air. Bahkan tubuh setiap makhluk hidup di bumi terbentuk dari cairan yang sangat istimewa ini dengan perbandingan antara 50% - 95%.

Air sebagai sumber kehidupan, dimana terdapat air maka sudah dapat dipastikan bahwa di tempat tersebut pasti ada kehidupan. Di sumber air panas dengan suhu yang mendekati titik didih air atau pada daerah kutub, semua ada kehidupan. Bahkan jika kita perhatikan pada setetes embun yang menempel di dedaunan, terdapat ribuan mikroorganisme yang hidup muncul, bereproduksi, berinterarksi sampai pada akhirnya mati.

Air mempunyai rumus kimia H2O, bermakna bahwa satu molekul air tersusun dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Dalam kondisi standar yaitu pada tekanan 1 bar dan temperatur 0 °C air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau.
Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).

Proses terbentuknya molekul air di alam teryata sangat sulit. Apabila terdapat sejumlah atom hidrogen dan oksigen yang merupakan komponen penyusun molekul air dengan perbandingan tertentu dalam sebuah bejana kaca dengan jangka waktu yang sangat lama, ratusan bahkan sampai ribuan tahun lamanya, maka belum tentu atom-atom tersebut akan segera bereaksi membentuk molekul air, kalaupun terbentuk, maka tidak akan lebih dari segelintir pada dasar wadah dan itupun akan terjadi dengan sangat lambat. Hal itu disebabkan karena faktor suhu yang tidak mendukung, dimana pada suhu kamar antara Oksigen dan Hidrogen sangat lambat untuk bereaksi.

Dalam keadaan bebas, Oksigen dan Hidrogen ditemukan sebagai molekul H2 dan O2. Untuk dapat bergabung membentuk molekul air H2O maka keduanya harus bertubrukan, supaya ikatan-ikatan yang membentuk masing-masing molekul hidrogen dan oksigen melemah, akibatnya tidak ada lagi penghalang untuk bergabungnya atom oksigen dan hidrogen tersebut membentuk molekul air H2O. Temperatur yang tinggi akan berpengruh terhadap kecepatan reaksi antara molekul Hidrogen dan Oksigen. Dengan temperatur yang tinggi akan meningkatkan energi, begitu pula dengan kecepatan molekul-molekul yang bergerak semakin cepat sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah tubrukan antar molekul. Akibat dari semua ini, reaksi yang terjadi berjalan semakin cepat, sehingga terbentuklah apa yang disebut sebagai molekul air.
Pada saat sekarang ini, tidak ada lagi temperatur yang cukup tinggi untuk membentuk air di permukaan bumi. Panas yang diperlukan untuk pembentukan air pada awalnya disuplai selama terbentuknya bumi ini, yang mana akhirnya memunculkan banyak air sebanyak yang menutupi tiga perempat permukaan bumi. Air tidak lagi terbentuk baru, namun yang terjadi adalah air yang ada di permukaan bumi menguap kemudian naik ke atomosfir, selanjutnya menjadi dingin dan akhirnya kembali ke bumi dalam bentuk hujan. Oleh karena itulah sehingga jumlah air tidak akan pernah bertambah tapi hanya mengalami siklus yang terjadi secara terus menerus.

2 komentar: