Tampilkan postingan dengan label masaru emoto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masaru emoto. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2009

Air Hidup


Apabila dalam suatu komunitas terdapat lebih dari 60-90 % anggota yang bersuara sama, maka dapat dikatakan bahwa suara yang 60-90 % itulah yang mewarnai komunitas tersebut, dengan kata lain warna dari komunitas dimaksud tergantung pada suara anggota yang 60-90 % tersebut.


Ilustrasi tersebut di atas dapat dianalogikan dengan apa yang terjadi dalam tubuh kita yang terdiri dari 60 % air, ketika seseorang menyanjung dan memuji diri kita, perasaan yang kita rasakan adalah senang, gembira dan sejuta rasa positif lainnya, begitupun sebaliknya manakala seseorang mengumpat atau mengatai kita dengan kata-kata yang tidak baik, maka perasaan yang kita rasakan adalah perasaan sedih dan berbagai perasaan negatif lainnya. Lalu apa hubungannya dengan air yang 60 % dalam tubuh kita ? Kembali pada ilustrasi di atas, bahwa 60-90 % anggota yang bersuara sama akan mewarnai keseluruhan anggota dalam suatu komunitas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa apa yang terjadi dengan perasaan kita yang muncul akibat suatu aksi ataupun stimulasi yang berasal dari luar merupakan pengaruh dari apa yang "dirasakan" oleh air dalam tubuh kita, karena komponen dominan dalam tubuh kita adalah air, maka apa yang dirasakan oleh air akan mendominasi dan mewarnai perasaan kita. Seorang peneliti air dari Jepang, Masaru Emoto pernah meneliti tentang perilaku dan reaksi air akibat dari suatu aksi yang diberikan kepadanya, dimana secara umum digambarkan bahwa air akan bereaksi negatif (tidak baik) manakala kepadanya diberikan aksi yang bernilai negatif (tidak baik), sebaliknya air akan bereaksi positif (baik) ketika kepadanya diberikan aksi yang bernilai positif (baik). Dalam hal ini aksi yang bersifat negatif atau positif diidentikan dengan memberikan label berupa suara maupun tulisan kepada air tersebut. Manakala label yang diberikan berupa perkataan atau tulisan yang baik ternyata air bereaksi dengan merubah bentuk kristalnya menjadi relatif lebih baik dari sebelumnya, sebaliknya jika diberikan label yang tidak baik maka air bereaksi dengan merubah bentuk kristalnya menjadi relatif lebih jelek dari sebelumnya. Sampai di sini kita bisa mengatakan bahwa air memang hidup.

Rabu, 08 Juli 2009

"Makhluk Hidup" yang Keempat

Ada tiga jenis makhluk hidup yang secara umum sudah kita kenal selama ini, yaitu manusia, hewan dan tumbuhan. Namun tahukah anda jika ternyata di dunia ini masih ada "makhluk hidup" lain yang keempat ? Dan tahukan anda jika "makhluk hidup" yang satu ini bahkan bisa mempengaruhi kehidupan ketiga jenis makhluk hidup yang lain ? "Makhluk hidup" yang satu ini tidak akan pernah bisa dipisahkan dengan ketiga makhluk hidup yang lain, bukan karena "makhluk hidup" ini bergantung kepada makhluk hidup yang lain, tetapi justeru sebaliknya, keberlangsungan hidup dan kehidupan ketiga jenis makhluk hidup manusia, hewan dan tumbuhan sangatlah bergantung kepada "makhluk hidup" yang satu ini. Baiklah, siapakah dan/atau apakah "makhluk hidup" yang satu ini ? Mari kita bahas bersama.

Masih ingatkah bahwa pada awalnya bumi hanyalah sebuah hamparan yang gersang dan tandus ? Kemudian Allah menurunkan air dalam bentuk hujan ? Lalu apa yang terjadi setelah bumi disiram dengan air hujan ? Dari tanah yang tandus dan gersang itu muncul berbagai jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan !
Seorang peneliti kristal air dari negeri sakura, Dr. Masaru Emoto dalam bukunya The Message from Water dan The True Power of Water memaparkan bahwa ternyata air dapat berekspresi merespon sebuah aksi yang diberikan kepadanya. Mulanya dia mengambil beberapa sampel air, antara lain air ledeng, air sungai dan air pegunungan kemudian membekukannya dan mengambil gambar kristal air yang terbentuk dengan sebuah alat foto berkecepatan tinggi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kristal air dari tempat terlindung seperti danau, sungai dan mata air dapat membentuk kristal air yang sempurna, sementara air ledeng menghasilkan kristal yang pecah atau tidak sempurna. Yang lebih mengherankan lagi, bila air tersebut sebelum dikristalkan dipapar dengan kata-kata seperti “danke” (Jerman), “thank you” (Inggris), “terimakasih” (Indonesia) maka akan membentuk kristal yang berbeda namun memiliki keindahan yang serupa. Sementara bila dipapar kata “I hate you” maka kristal air tidak akan terbentuk atau rusak. Hal ini sangat menarik karena air merespon secara langsung suara kita demikian pula bila dipapar musik klasik akan lebih indah hasilnya dari musik heavy metal.
Dari beberapa peristiwa yang tergambar di atas, ternyata dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa ternyata air itu "hidup", oleh karenanya "makhluk hidup" yang keempat adalah air. Bagaimanapun air merupakan sumber kehidupan, dan tanpa air tidak akan ada kehidupan.