Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2009

Air Permukaan sebagai Sumber Daya Air

Ketika terjadi hujan, maka setiap tetes air yang jatuh ke tanah menyebabkan terjadinya pukulan-pukulan kecil air terhadap tanah. Pukulan air ini dapat memecahkan tanah yang lunak sampai batu yang keras. Partikel pecahan yang terjadi kemudian mengalir menjadi lumpur, dan lumpur ini akan menutupi pori-pori tanah yang menyebabkan terhalanginya air hujan yang akan meresap ke dalam tanah, sehingga terjadilah air yang mengalir di permukaan tanah. Semakin lama jumlah/debit air yang mengalir di permukaan tanah menjadi semakin banyak, aliran permukaan ini kemudian membawa serta batu-batu dan bongkahan lainnya, yang akan semakin memperkuat gerusan pada tanah. Goresan akibat gerusan air dan partikel lainnya ke tanah akan semakin membesar. Goresan ini kemudian menjadi alur-alur kecil yang membentuk parit, dan akhirnya berkumpul menjadi anak sungai. Anak-anak sungai ini kemudian berkumpul menjadi satu membentuk sungai. Pada tempat-tempat yang letaknya lebih rendah, air berkumpul dan tergenang membentuk danau.

Sumber Daya Air

Pada kehidupan sehari-hari kita sering mendengar dan bahkan tidak jarang kita mengucapkan sendiri istilah sumber daya air, namun demikian tidak banyak dari kita yang tahu dan memahami apa sesungguhnya yang dimaksud dengan istilah sumber daya air tersebut.
Mungkin sebagian dari kita masih mengkonotasikan istilah sumber daya air dengan wujud fisik air yang biasa kita gunakan untuk keperluan sehari-hari. Hal tersebut tidak salah, namun masih perlu diperjelas lagi mengenai komponen yang terkait dengan sumber daya air dimaksud.
Dalam posting-posting ke depan, ada tiga komponen manakala kita berbicara mengenai sumber daya air, yaitu
1. Air
Yang termasuk air dalam istilah sumber daya air ini antara lain air permukaan (sungai, danau, situ dll), air tanah (air bawah tanah dalam maupun dangkal), air hujan dan air laut yang dimanfaatkan di darat.
2. Sumber Air
Sumber air meliputi sumber air alami (sungai, danau, pantai/laut, mata air dll) dan buatan (waduk dan embung)
3. Daya Air
Daya air dapat menjadi menfaat bagi manusia, misalkan sebagai pembangkit listrik, namun juga daya air dapat menimbulkan bencana manakala daya rusaknya tidak dapat kita kendalikan, misalnya banjir dan tsunami.

Senin, 06 Juli 2009

Terbentuknya Molekul Air

Air merupakan sebuah zat istimewa bagi kehidupan, dua pertiga dari permukaan bumi adalah air. Bahkan tubuh setiap makhluk hidup di bumi terbentuk dari cairan yang sangat istimewa ini dengan perbandingan antara 50% - 95%.

Air sebagai sumber kehidupan, dimana terdapat air maka sudah dapat dipastikan bahwa di tempat tersebut pasti ada kehidupan. Di sumber air panas dengan suhu yang mendekati titik didih air atau pada daerah kutub, semua ada kehidupan. Bahkan jika kita perhatikan pada setetes embun yang menempel di dedaunan, terdapat ribuan mikroorganisme yang hidup muncul, bereproduksi, berinterarksi sampai pada akhirnya mati.

Air mempunyai rumus kimia H2O, bermakna bahwa satu molekul air tersusun dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Dalam kondisi standar yaitu pada tekanan 1 bar dan temperatur 0 °C air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau.
Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).

Proses terbentuknya molekul air di alam teryata sangat sulit. Apabila terdapat sejumlah atom hidrogen dan oksigen yang merupakan komponen penyusun molekul air dengan perbandingan tertentu dalam sebuah bejana kaca dengan jangka waktu yang sangat lama, ratusan bahkan sampai ribuan tahun lamanya, maka belum tentu atom-atom tersebut akan segera bereaksi membentuk molekul air, kalaupun terbentuk, maka tidak akan lebih dari segelintir pada dasar wadah dan itupun akan terjadi dengan sangat lambat. Hal itu disebabkan karena faktor suhu yang tidak mendukung, dimana pada suhu kamar antara Oksigen dan Hidrogen sangat lambat untuk bereaksi.

Dalam keadaan bebas, Oksigen dan Hidrogen ditemukan sebagai molekul H2 dan O2. Untuk dapat bergabung membentuk molekul air H2O maka keduanya harus bertubrukan, supaya ikatan-ikatan yang membentuk masing-masing molekul hidrogen dan oksigen melemah, akibatnya tidak ada lagi penghalang untuk bergabungnya atom oksigen dan hidrogen tersebut membentuk molekul air H2O. Temperatur yang tinggi akan berpengruh terhadap kecepatan reaksi antara molekul Hidrogen dan Oksigen. Dengan temperatur yang tinggi akan meningkatkan energi, begitu pula dengan kecepatan molekul-molekul yang bergerak semakin cepat sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah tubrukan antar molekul. Akibat dari semua ini, reaksi yang terjadi berjalan semakin cepat, sehingga terbentuklah apa yang disebut sebagai molekul air.
Pada saat sekarang ini, tidak ada lagi temperatur yang cukup tinggi untuk membentuk air di permukaan bumi. Panas yang diperlukan untuk pembentukan air pada awalnya disuplai selama terbentuknya bumi ini, yang mana akhirnya memunculkan banyak air sebanyak yang menutupi tiga perempat permukaan bumi. Air tidak lagi terbentuk baru, namun yang terjadi adalah air yang ada di permukaan bumi menguap kemudian naik ke atomosfir, selanjutnya menjadi dingin dan akhirnya kembali ke bumi dalam bentuk hujan. Oleh karena itulah sehingga jumlah air tidak akan pernah bertambah tapi hanya mengalami siklus yang terjadi secara terus menerus.

Minggu, 05 Juli 2009

Air sebagai Sumber Kehidupan

Dialah yang menjadikan bumi ini untuk kamu sebagai hamparan dan langit (serta segala isinya) sebagai bangunan (yang dibina dengan kukuhnya) dan diturunkanNya air hujan dari langit, lalu dikeluarkanNya dengan air itu berjenis-jenis buah-buahan yang menjadi rezeki bagi kamu; maka janganlah kamu mengadakan bagi Allah, sebarang sekutu, padahal kamu semua mengetahui (bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa).
(Al-Quran, Surah Al-Baqara 2:22)

Dan Dialah yang menurunkan hujan dari langit lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu segala jenis tumbuh-tumbuhan, kemudian Kami keluarkan daripadanya tanaman yang menghijau, Kami keluarkan pula dari tanaman itu butir-butir (buah) yang bergugus-gugus dan dari pohon-pohon tamar (kurma), dari mayang-mayangnya (Kami keluarkan) tandan-tandan buah yang mudah dicapai dan dipetik dan (Kami jadikan) kebun-kebun dari anggur dan zaiton serta buah delima, yang bersamaan (bentuk, rupa dan rasanya) dan yang tidak bersamaan. Perhatikanlah kamu kepada buahnya apabila ia berbuah dan ketika masaknya. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda (yang menunjukkan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang beriman.
(Al-Quran, Surah Al-Anaam 6:99)

Dua ayat Al-Quran di atas sesungguhnya menjelaskan bahwa air merupakan cikal bakal adanya kehidupan di muka bumi ini, kedua ayat tersebut menggambarkan bahwa pada mulanya bumi adalah sebuah hamparan yang tandus, kemudian Allah menurunkan air dalam bentuk hujan yang menumbuhkan segala jenis tumbuh-tumbuhan dan tanaman. Tidak ada satupun makhluk hidup yang mampu bertahan hidup tanpa air, karena air sudah menjadi bagian dari kehidupan makhluk hidup itu sendiri termasuk manusia, dan bahkan sekitar 60 % tubuh manusia adalah air.