El Nino merupakan fenomena alam yang secara ilmiah dapat diartikan dengan meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya. Secara fisik El Nino tidak dapat dilihat. Menurut sejarahnya Elnino merupakan fenomena yang teramati oleh para penduduk atau nelayan Peru dan Ekuador yang tinggal di pantai sekitar Samudera Pasifik bagian timur menjelang hari natal (Desember). Fenomena yang teramati adalah meningkatnya suhu permukaan laut yang biasanya dingin. Fenomena ini mengakibatkan perairan yang tadinya subur dan kaya akan ikan (akibat adanya upwelling atau arus naik permukaan yang membawa banyak nutrien dari dasar) menjadi sebaliknya. Pemberian nama El-Nino pada fenomena ini disebabkan oleh karena kejadian ini seringkali terjadi pada bulan Desember. El-Nino (bahasa Spanyol) sendiri dapat diartikan sebagai “anak lelaki”. Di kemudian hari para ahli juga menemukan bahwa selain fenomena menghangatnya suhu permukaan laut, terjadi pula fenomena sebaliknya yaitu mendinginnya suhu permukaan laut akibat menguatnya upwelling. Kebalikan dari fenomena ini selanjutnya diberi nama La-Nina (juga bahasa Spanyol) yang berarti “anak perempuan” (oseanografi.blogspot.com., 2005). Fenomena ini memiliki periode 2-7 tahun
Selasa, 11 Agustus 2009
Senin, 10 Agustus 2009
Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air
Hari Senin kami kedatangan Tamu dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Dept. Pekerjaan Umum, dengan maksud dan tujuan kedatangannya antara lain memfasilitasi pembentukan Tim Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA). Sebuah gerakan yang telah dicanangkan Presiden pada tahun 2005 untuk menyelamatkan air yang semakin sulit untuk diperoleh.
Dari namanya, mestinya GNKPA dapat menjadi sebuah gerakan moral yang tidak hanya sebagai kegiatan formalitas dan normatif semata untuk "mengisi waktu luang" BBWS. GNKPA menjadi salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BBWS melalui kemitraan bersama dengan Pemerintah Daerah dengan anggaran dari APBN.
Duh... semoga GNKPA tidak menjadi "proyek" yang hanya sekedar menghabiskan anggaran untuk sebuah peneyerapan anggaran.
Kepada semua yang sudah merasakan betapa susahnya hidup tanpa air dan/atau kekurangan air, marilah kita bersama-sama berperan serta mensukseskan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air dengan atau tanpa dasar normatif, apalagi masuk kedalam keanggotaan tim.
Air Sumber Kehidupan .........
Minggu, 09 Agustus 2009
Macam-macam Air
Hari ini aku bingung mau ngentri apa yo' ? saking banyaknya seh materi air.... ya daripada gak ngentri, aku ngentri tentang macam-macam air aja lah ....
Macam-macam air:
1. Air
2. Air Murni
3. Air Susu
4. Air Liur
5. Air Seni
6. Air Mani
7. Air Mancur
8. Air Minum
9. Air Bersih
10. Air Kotor
11. Air Putih
12. Air Sungai
13. Air Danau
14. Air Laut
15. Air Waduk
16. Air Embung
17. Air Bandung
18. Air Bendungan
19. Air Teh
20. Air Kopi
21. Air Jeruk
22. Air Hujan
23. Air Kolam
24. Air Terjun
Macam-macam air:
1. Air
2. Air Murni
3. Air Susu
4. Air Liur
5. Air Seni
6. Air Mani
7. Air Mancur
8. Air Minum
9. Air Bersih
10. Air Kotor
11. Air Putih
12. Air Sungai
13. Air Danau
14. Air Laut
15. Air Waduk
16. Air Embung
17. Air Bandung
18. Air Bendungan
19. Air Teh
20. Air Kopi
21. Air Jeruk
22. Air Hujan
23. Air Kolam
24. Air Terjun
Sabtu, 08 Agustus 2009
Jumat, 07 Agustus 2009
Penyakit Rutinitas dan Air
Seperti biasa setiap pagi sekitar pukul 08.00 WIB "penyakit" itu kambuh lagi .... padahal ada banyak waktu selain jam-jam sekitar itu, tapi entahlah kenapa selalu saja penyakit itu datang di waktu jam-jam awal aku harus bekerja, repoooot deh klo sudah begini.... baru nyampai kantor, apel pagi, eeh... harus balik lagi ke rumah gara-gara penyakit kambuhan ini !!! Hehehehe.... Penyakit yang setiap pagi datang menghampiri hampir setiap orang akibat seharian sebelumnya mengalami proses metabolisme dalam tubuhnya yang berjalan dengan normal, ya .. anda juga pasti mengalaminya bukan ... ? Hanya saja mungkin waktu datangnya tidak bersamaan, MULAS ... Klo sudah begini repot deh musti segera cuci perut, karena aku gak biasa mencucinya di kantor... iih... bisa-bisa gak keluar-keluar deh'... Ups'... cukup membahas penyakit yang satu ini.
Apa hubungannya ya aku menulis tentang penyakit mulas ini dengan tema blog ini ? wah bisa-bisa ngelantur kemana-mana dech' ... Ok lah kita lanjut pembahasannya sekalipun mungkin tidak berhubungan, tapi gak apalah kita coba hubung-hubungkan saja... hihihi biar ada posting gitu hari ini !
Hubungannya begini....
setiap kali aku kedatangan tamu rutin ini aku selalu sigap, segera aku beranjak dari tempat dudukku, aku tinggalkan notebook Kepala Instansi ku yang kupinjam (hehehe... tapi gak dibalikin-balikin... BAIK BENER PAK KEPALA neh ... atau aku yang gak tahu diri ya ????), segara aku pesen sama teman yang ada di ruangan, "PAK... BIASA ya " sambil memegang bagian bawah perutku sambil MRINGIS juga seh ..... hehehe' :)
Sesampainya di rumah aku langsung saja nyalakan saklar pompa air sumur, tapi apa yang terjadi ... Waaaaaaaaaaaa' baru jam 08.00 air sumurku sudah habis !!!!!!! hem.... ini sudah terjadi hampir seminggu ini !!!!! Bener-bener krisis air !!! untung deh ibuku sebelumnya sudah ngisi semua bak dan ember, jadi lega rasanya .... bisa cuci perutku dengan tenang dan nyaman ...
Air benar-benar menjadi zat yang sangat esensial dan fital bagi keberlangsungan hidup, oleh karena itu mari kita bersama-sama memulai sebuah GERAKAN PENYELAMATAN AIR demi keberlangsungan hidup kita dan anak cucu serta makhluk ciptaan Tuhan lainnya .....
Kamis, 06 Agustus 2009
Jaringan PDAM di Rumahku Sengaja Diputus
Semua berawal dari sumber air yang sudah tidak mampu lagi mensuplai kebutuhan air PDAM untuk didistribusikan kepada masyarakat (baca: pelanggan) yang membutuhkan.
Kami sekumpulan warga kota X telah menjadi korban kebijakan "keterpaksaan" akibat krisis air yang melanda..., pengambil keputusan dari pihak PDAM kota Y dengan sangat terpaksa dan tanpa pemberitahuan yang semestinya telah memutuskan jaringan PDAM yang ke arah kota X, sehingga kami warga kota X yang tersambung dengan jaringan PDAM kota Y sudah tidak dapat lagi menikmati layanan air. Apa salah kami ? tagihan rekening air selalu kami bayar tepat pada waktunya, dan kamilah warga kota X yang secara tidak langsung telah memperkenalkan PDAM kota Y ke warga masyarakat lain...
Kini dengan keadaan seperti sekarang.... sekalipun merasa terdholimi, tapi kami harus sadar dan sesadar-sadrnya bahwa semua itu bisa terjadi karena sebuah "keterpaksaan", ya ... PDAM kota Y sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan seluruh pelanggannya, sehingga kami dari kota X lah yang harus dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang ada di kota Y.
Semoga apa yang aku alami ini tidak perlu anda alami, tapi semoga apa yang aku rasakan andapun dapat merasakannya ...........
Selamatkan kehidupan dari kelangkaan AIR
Rabu, 05 Agustus 2009
Suatu Hari di Tahun 2070
Disadur dari situs Pokja AMPL
Seorang pria berkulit keriput, berwajah tua dengan gangguan ginjal serius karena kurang minum... Wajahnya kusut dan keriput bak orang berusia 85 tahun padahal usianya saat itu baru 50 tahun, dan itupun merupakan salah satu orang tertua yang masih ada.
Dia membandingkan kondisi yang ada pada saat itu dengan kondisi ketia ia masih berusia 5 tahun, ketika rumah-rumah dihiasi dengan berbagai tanaman yang indah dan pepohonan tumbuh dengan rindang, kebun-kebun menghijau dengan burung-burung yang berkicau, air mengalir dengan lancar di sungai-sungai dan dia dapat menikmati mandi selama setengah jam. Sungguh kondisi yang sangat berbeda dengan apa yang sedang dia alami saat ini dimana untuk membersihkan tubuhnya saja hanya dilakukan dengan handuk dan minyak pencuci. Ketika itu wanita memiliki rambut yang indah sebagai mahkotanya, tapi sekarang mereka harus mencukur rambut kepalanya agar tetap bersih tanpa harus menggunakan air. Dahulu orang mencuci mobil dengan air yang keluar dari selang, tapi sekarang bahkan anak-anakpun tidak percaya hal tersebut dapat dilakukan. Masih ingat di benak dan kepalanya poster-poster dan berbagai iklan layanan masyarakat baik di media cetak maupun elektronik akan sebuah GERAKAN PENYELEMATAN AIR, tapi mereka "tidak mendengar"-nya, tidak mempedulikannya, mereka berpikir bahwa itu semua tidak akan habis. Sekarang..... Semua telah terjadi. Danau, waduk, embung, sungai air bawah tanah kering ataupun terkontaminasi.
Nah....
Sungguh menyedihkan bukan jika itu semua menjadi kenyataan hanya gara-gara menyepelekan kelestarian air !!!!
Mari kita semua bersama-sama beraksi untuk sebuah GERAKAN PENYELAMATAN AIR
Selasa, 04 Agustus 2009
Sumur di Rumahku Kekeringan ...
Sudah dua hari ini aku mengalami sedikit kesulitan air, dalam arti tidak bisa menggunakan air dengan bebas sekehendak hati, wah benar-benar harus hemat air neh... Sudah dua hari ini sumur di rumah mengalami gangguan suplai air, dalam setengah hari saja air di sumur sudah habis, jadi harus menunggu sampai sore hari untuk benar-benar air terisi kembali. Penggunaan air secara hemat bukan berarti kita mengurangi penggunaan minimal air yang semestinya digunakan untuk kebutuhan kita sehari-hari, yaitu sekitar 2,4 l/dt. Penghematan dalam memanfaatkan air diartikan sebagai tindakan yang tidak menggunakan air secara berlebihan dan cenderung menghamburkan air untuk keperluan yang bukan pokok, misal cuci mobil atau cuci motor. Seyogyanya pemanfaatan air sumur yang ada digunakan utamanya untuk memenuhi kebutuhan pokok kita seperti mandi, cuci dan kakus dengan debit yang semestinya, selebihnya jika masih ada bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Permasalahan air ini terjadi baik secara mikro/skala kecil di lingkungan rumah tinggal sampai pada taraf skala nasional dan global, untuk memecahkan permasalahan tersebut sesuai tingkatan skalanya tentu berbeda satu sama lain, namun secara prinsip adalah menahan selama mungkin air yang ada di daratan agar tidak terbuang secara percuma ke laut.
Minggu, 02 Agustus 2009
Penanganan Komprehensif Masalah Klasik Sumber Daya Air
Permasalahan sumber daya air saat ini masih klasik, yaitu fluktuasi debit air ketika musim hujan dan musim kemarau yang sangat tinggi. Ketika musim hujan tiba, debit sangat berlebih sampai-sampai menimbulkan banjir, sebaliknya ketika kemarau, air menghilang begitu saja seolah tertelan bumi, ya kalau memang air tertelan bumi... itu tidak masalah, artinya air disimpan di dalam perut bumi untuk dikeluarkan kembali manakala dibutuhkan, tapi yang terjadi hilangnya air di musim kemarau bukan disebabkan karena air tertelan bumi, melainkan air terbuang percuma ke lautan, kenapa hal tersebut bisa terjadi ?
Permasalahan klasik sumber daya air ini mestinya mudah untuk diselesaikan manakala kita mau menyelesaikan akan permasalahannya secara komprehensif. Antara air dan tumbuhan/tanaman memiliki hubungan yang sangat terkait satu sama lainnya, dimana ada tumbuhan di situ pasti ada air, artinya apabila kita mengharapkan di suatu tempat selalu ada air maka di tempat tersebut wajib ada tumbuhan, karena sifat akan dri tumbuhan yang dapat menahan tanah dan air dalam satu tempat dan satu waktu, dengan bahasa sederhana jika kita akan mempertahankan keberadaan air maka rebosisasi dan penghijauan wajib dilakukan.
Sampai di sini, sebetulnya permasalahan belum teratasi secara tuntas, karena apabila permasalahan sosial dan ekonomi terkait dengan kesejahteraan, khususnya di daerah-daerah hulu tidak teratasi maka yang tejadi adalah masyarakat setempat akan menggunduli hutan atau bukit yang hijau untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, sehingga air kembali tidak memiliki ketahanan tempat untuk disimpan.
Sabtu, 01 Agustus 2009
Berawal dari sini ...........
Indonesia telah mengalami krisis multi dimensi, berawal dari krisis keuangan, krisis ekonomi, krisis sosial, krisis moral sampai dengan krisis air. Air sebagai sumber kehidupan semestinya dijaga dan dilestarikan melalui berbagai kegiatan konservasi sumber daya air.
Pernahkan anda mengalami apa yang pernah saya alami ? Jika pernah, mungkin anda akan memiliki perasaan yang sama seperti yang saya rasakan. Tapi jika anda belum pernah mengalaminya, maka semoga anda bisa merasakannya tanpa harus mengalaminya. Bagaimanapun pengalaman tidak dapat dibagikan, hanya cerita dan ekspresi sajalah yang bisa kita saling berbagi.
Berawal dari pemanasan global yang menyebabkan efek rumah kaca di bumi sehingga mengakibatkan terjadi perubahan iklim global. Di sisi lain terjadi kerusakan lingkungan akibat pembangunan yang tidak berkelanjutan dan mengabaikan dampak lingkungan. Pembangunan ekonomi yang tidak merata menyebabkan permasalahan sosial, hutan-hutan digunduli, kawasan lindung dialihfungsikan menjadi kawasan budidaya, ekosistem menjadi tidak seimbang. Ketika hutan-hutan digunduli, kawasan lindung yang semestinya menjadi kawasan tumbuhnya tanam-tanaman dan berbagai macam tumbuhan yang akan menyimpan air dan menjaga ekosistem beralih fungsi menjadi kawasan budidaya yang menghamparkan puluhan sampai ribuan persegi beton atau aspal maka yang terjadi adalah terjadinya ketidakseimbangan ekosistem. Tanah tidak dapat lagi menyimpan air yang jatuh akibat hujan, air lebih suka mengalir menjadi aliran permukaan yang akan membawa butiran-butiran tanah dan lapis permukaan tanah menuju ke sungai. Dari sungai, air akan dibuang sia-sia menuju laut, APA YANG BISA KITA MANFAATKAN DARI AIR YANG SUDAH DIBUANG KE LAUT ????
Label:
air,
efek rumah kaca,
ekosistem,
iklim,
laut sungai
Jumat, 31 Juli 2009
Reformasi Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air
Kebijakan pemerintah Indonesia dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) yang secara implisit dan eksplisit tertuang dalam Peraturan Perundang-Undangan untuk saat ini harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Undang-Undang No. 11 tahun 1974 tentang Pengairan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, sehingga digantikan dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA) sebagai sebuah reformasi kebijakan pengelolaan SDA.
Adapun perubahan kebijakan ini dilakukan untuk menyesuaikan perubahan paradigma pengelolaan SDA yang semula menempatkan air sebagai barang bebas yang dapat dimanfaatkan secara eksploitatif menjadi pengelolaan SDA secara terpadu, dimana perkembangan permasalahan SDA yang semakin kompleks menjadikan SDA ditempatkan dalam dimensi sosial, lingkungan hidup dan ekonomis secara selaras. SDA tidak hanya sekedar dimanfaatkan secara eksploitatif namun lebih dari itu untuk dikonservasi dan dikendalikan daya rusaknya.
Adapun perubahan kebijakan ini dilakukan untuk menyesuaikan perubahan paradigma pengelolaan SDA yang semula menempatkan air sebagai barang bebas yang dapat dimanfaatkan secara eksploitatif menjadi pengelolaan SDA secara terpadu, dimana perkembangan permasalahan SDA yang semakin kompleks menjadikan SDA ditempatkan dalam dimensi sosial, lingkungan hidup dan ekonomis secara selaras. SDA tidak hanya sekedar dimanfaatkan secara eksploitatif namun lebih dari itu untuk dikonservasi dan dikendalikan daya rusaknya.
Prinsip pengelolaan SDA saat ini adalah MENAMPUNG SEBANYAK-BANYAKNYA AIR DI DALAM TANAH DAN MENAHAN SELAMBAT-LAMBATNYA AIR DI DARAT SEBELUM TERBUANG KE LAUT, itu sebabnya jangan biarkan air hujan yang turun langsung mengalir di permukaan tanah menuju sungai untuk terbuang sia-sia ke laut. Buatlah tandon-tandon air untuk menangkap sebanyak-banyaknya air di daratan, bisa dengan tandon air yang biasa digunakan untuk menampung air sumur, bisa dengan membangun waduk, kolam, embung, danau dan lain-lain (menggunakan prinsip EKOHIDRAULIK) dengan tetap mempertahankan ekosistem yang ada, sehingga keseimbangan alam tetap terjaga.
Kamis, 30 Juli 2009
Perubahan Tata Guna Lahan
Dingin buanget kota batu ini ...
Aku gak bisa tidur, saking dinginnya hawa di kota ini heuuuh.... gak usah pake AC juga rasanya kayak tidur di kulkas... mana lapar lagi ini perut, dingin-dingin rasane cepet banget perut kosong. Kembali ke orchid garden aja akh ...
Daerah di sini klo gak dijaga dan diterapkan Rencana Tata Ruangnya bisa-bisa bakalan menjadi Bogor dan Cianjurnya Surabaya, artinya daerah ini bisa menjadi kawasan yang tidak mampu lagi menjadi daerah tangkapan air bagi daerah-daerah hilirnya. Kawasan ini sangat menarik, semakin lama orang akan semakin tertarik dengan potensi pariwisatanya sehingga berbondong-bondong mendirikan vila dan bangunan lainnya yang akan merubah tata guna lahan di kawasan ini, alhasil daerah tangkapan dan serapan air menjadi semakin berkurang, akibatnya manakala terjadi hujan, air langsung mengalir di permukaan tanah dan tidak jarang membawa lapisan permukaan tanah yang dilaluinya menuju sungai. Sungai semakin banyak menampung sedimentasi tanah yang berakibat pada pendangkalan sungai, hal ini berakibat pada ketidakmampuan sungai untuk menampung debit air manakala terjadi hujan deras, terjadilah apa yang disebut dengan banjir. So' .... hati-hatilah dengan segala aktifitas yang dapat mengubah tata guna lahan, karena akan sangat berpengaruh terhadap ekosistem
Rabu, 29 Juli 2009
FEW, Tiga Persoalan Besar Dunia
Lokakarya Pengendalian Alih Fungsi Lahan sudah dibuka secara langsung oleh Dirjend. Bina Bangda Depdagri, kata Pak Dirjend sekarang ini dunia sedang menghadapi tiga permasalahan besar, yaitu FEW CRYSIS atau yang dipanjangkan sebagai Food, Energy and Water Crysis (Krisis Makanan, Energi dan Air). Sebenarnya ketiganya saling berkaitan satu sama lain, tapi sehubungan blog ini lebih menitikberatkan pada air maka kita bahas yang "W" nya saja ya .... WATER. (yang lain menysul aja deh di blog berikutnya........... klo gak males bikin blog lagi, RIBET !!! gak ada waktu buat ngelolanya). Masih kata Pak dirjend, sebagai sumber kehidupan air semestinya kita jaga dan kita lestarikan agar tetap dapat mencukupi kebutuhan hidup manusia, terutama untuk minum dan sanitasi. Sekarang ini Jangankan air bersih, air yang digunakan untuk keperluan irigasipun terkadang tidak mencukupi ketersediaanya, hal tersebut disebabkan karena adanya perubahan iklim yang mempengaruhi siklus hidrologi. Bahkan karena permasalahan ketersediaan air ini di samping permasalahan manajemen tentunya, hampir 70 % PDAM seluruh Indonesia mengalami kerugian. Untuk mengatasi persoalan ini pada dua tahun terakhir pemerintah telah menganggarkan dalam APBN sejumlah kurang lebih dua trilyun rupiah untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan. Ya semoga saja dengan dana yang ada semua dapat diatasi, dan persoalan yang timbul akibat permasalahan air dapat pula diminimalisir.
Ingat, ingat ... Air sumber kehidupan
lestarikan sumberdaya air untuk anak cucu kita
Ingat, ingat ... Air sumber kehidupan
lestarikan sumberdaya air untuk anak cucu kita
Royal Orchid Garden
Hari ini aku ada tugas dari kantor untuk menghadiri sebuah lokakarya yang diselenggarakan Ditjend. Bina Bangda Depdagri dalam rangka program Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif - Participatory Irrigation Sector Project guna membahas mengenai pengendalian alih fungsi lahan pertanian beririgasi. Lokasi yang digunakan penyelenggara sangat menarik dan asri, sebuah dataran tinggi dengan udara yang segar. Royal Orchid Garden, sebuah hotel bintang tiga yang menawarkan susana pegunungan nan asri di daerah Batu Malang. Tapi sayang, fasilitas kurang menunjang euy .... Dari namanya semestinya Royal Orchid Garden berupa sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga anggrek, namun kenyataannya aku belum melihat dimana itu ada taman anggrek ? Ya sudah lah gak apa-apa, mungkin besok aku baru tahu atau bisa melihat taman anggrek yang dimaksud, sekarang aku mau istirahat dulu, yang jelas suasana di sini sangat asri dan nyaman untuk beristirahat. Masalah ketahanan sumber daya airnya aku belum tahu pasti, tapi tampaknya kurang bisa mendukung ketahanannya.
Senin, 27 Juli 2009
Pantai Tegal Wangi
Ehmm... Apakah anda seorang yang suka kesunyian ? Jauh dari hiruk pikuk orang-orang ? Jika anda menyukai itu semua maka datanglah ke Pantai Tegal Wangi Bali, pantai yang sunyi dan jauh dari hiruk pikuk orang-orang, pantai tempat anda dapat menyendiri dan merenung sambil menikmati keindahan alam pantai selatan pulau Bali.
Pantai yang tidak jauh dari Uluwatu ini menyimpan sejuta pesona keindahan pantai dan juga panorama terbenanmnya sang surya di langit barat, di tempat ini berdiri pula sebuah pura yang disebut Pura Tegal Wangi yang tidak kalah indah dengan pura di pantai Uluwatu.
Uaaah..... Nagntuk beneran euy'
Sudah dulu akh, yang jelas Pantai Tegal Wangi dapat dijadikan sebagai alternatif lokasi wisata yang patut kita syukuri sebagai karunia Tuhan.
Minggu, 26 Juli 2009
Uluwatu, -Pura, Sunset dan Surfing-
Satu lagi kawasan pantai selatan Pulau Bali yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, ULUWATU (ulu-ulu=tukang ngatur banyu, ULU=hati, WATU=batu.... jadi uluwatu HATI BATU / BATU HATI / BATU BANYU / AIR BATU / BATU AIR ... ?????? Hehehehehe..... nguaco bener !!! ------------------- yang ini GAK SERIUS YA ----------). Pantai ini sangat terkenal dengan bangunan puranya setinggi 50 meter yang berdiri sangat kokoh di atas batu karang yang menjorok ke tengah lautan, namun demikian panorama sunset di sore hari juga tak kalah menarik dengan objek utama di pantai ini, biasanya wisatawan berkunjung ke uluwatu pada siang menuju sore hari menjelang matahari terbenam, sehingga disamping menikmati keindahan pura di atas karang, juga sekalian menyaksikan keindahan saat-saat terbenamnya matahari di ufuk barat. Desiran ombak yang cukup besar menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta olah raga surfing, mereka merasa tertantang dengan besarnya ombak yang seolah melambai-lambaikan tangan mengajak mereka untuk berselancar, Oleh karena itu banyak event-event bertaraf internasional yang diselenggarakan di seputaran pantai ULUWATU. Anda tertarik untuk bersurfing ria ?
Jangan lupa, itu semua karunia Tuhan Yang Maha Esa ...........
Tidak ada air, maka tidak ada kehidupan
Laut tanpa air bak jurang cadas yang menganga (hehehe'......... bukan laut namanya donk)
Sabtu, 25 Juli 2009
Berselancar di Pantai Suluban
Pantai ini terletak beberapa kilometer di sebelah utara Uluwatu, bertetanga dengan Pantai selancar Bingin dan Labuhan Sait. Suluban berasal dari bahasa Bali yang berarti “berjalan atau lewat di bawah sesuatu”. Diberi nama Pantai Suluban, karena pengunjung yang ingin ke sana harus melewati goa batu karang sebelum akhirnya sampai di pantai yang luas, berpasir putih dengan gemuruh gelombangnya menyenangkan bagi wisatawan peselancar.
Air laut pantai ini sangat jernih dan gelombangnya cukup tinggi, sehingga merupakan pantai yang paling dikenal dikalangan peselancar dunia.
Air laut pantai ini sangat jernih dan gelombangnya cukup tinggi, sehingga merupakan pantai yang paling dikenal dikalangan peselancar dunia.
Jumat, 24 Juli 2009
Water Blow di Nusa Dua
Kawasan Nusa Dua juga memiliki tempat yang asyik dikunjungi, namanya Water Blow.
Water Blow adalah tempat dimana batu karang yang berdiri kokoh di pantai Nusa Dua dengan bentuk yang indah disapu oleh ombak-ombak yang cukup besar. Karena ombak menabrak dinding-dinding karang tersebut akhirnya membuat air-air laut tersebut melambung ke udara. Suasana inilah yang membuat keindahan itu muncul.
Objek wisata water blow ini juga cocok dipakai untuk membuat album photo, photo pre wedding ataupun sekedar photo keluarga. Photo akan nampak bagus saat ombak-ombak itu melambung ke atas. Fotografer akan menantikan momen-momen seperti itu
Water Blow adalah tempat dimana batu karang yang berdiri kokoh di pantai Nusa Dua dengan bentuk yang indah disapu oleh ombak-ombak yang cukup besar. Karena ombak menabrak dinding-dinding karang tersebut akhirnya membuat air-air laut tersebut melambung ke udara. Suasana inilah yang membuat keindahan itu muncul.
Objek wisata water blow ini juga cocok dipakai untuk membuat album photo, photo pre wedding ataupun sekedar photo keluarga. Photo akan nampak bagus saat ombak-ombak itu melambung ke atas. Fotografer akan menantikan momen-momen seperti itu
Kamis, 23 Juli 2009
Kedonganan, Pantai Alternatif Selain Kuta
Pantai ini begitu indah dengan tatanan putihnya nan bersih lengkap dengan payung-payung untuk sunbath sekaligus berlindung dari sengatan terik matahari. Di sana tampak beberapa wisatawan asing yang sedang berjalan-jalan menikmati pemandangan pantai dengan desiran gelombangnya, ombak-ombak kecil yang gagah menantang tumpukan pasir yang telah tertata rapi. Suasananya begitu sejuk dan menenangkan. Pantai yang tampak jauh lebih cantik dan indah dari pantai Kuta di siang hari, ya mungkin juga karena pantai Kuta begitu padat pengunjungnya sehingga kita kurang bisa menikmati keindahan yang sebenarnya. Pantai ini indah tidak hanya ketika sunset, tapi di siang hari manakala terik matahari menyengatpun keindahan panoramanyapun sangat mengagumkan.
Rabu, 22 Juli 2009
Berselancar di Pantai Kuta
Kuta terletak di sebelah selatan Pulau Bali dan merupakan salah satu cikal bakal perkembangan pariwisata Bali. Sejak berkembangnya kawasan ini sebagai kawasan wisata, banyakpenduduk lokal yang menyewakan tempat tinggalnya sebagai penginapan untuk para wisatawan.
Kuta telah menjadi ikon pariwisata Bali, atau lebih dikenal sebagai kota internasional, karena merupakan tempat bertemunya wisatawan dari seluruh dunia dan juga wisatawan lokal.
Dilihat dari fasilitasnya Kuta memiliki fasilitas yang lengkap. Akomodasi hotel, restoran, spa dan banyak lainnya Pendukung pariwisata ada di sini.
Para wisatawan lebih suka menghabiskan waktu liburannya di Pantai Kuta. Pantai dengan pasir putih dengan olahraga selancarnya sangat cocok sebagai tempat istirahat sambil menunggu indahnya panorama matahari terbenam (sunset). Sehingga tidak salah jika pantai ini menjadi satu pilihan dari banyak tempat wisata lain di dunia.
Kuta telah menjadi ikon pariwisata Bali, atau lebih dikenal sebagai kota internasional, karena merupakan tempat bertemunya wisatawan dari seluruh dunia dan juga wisatawan lokal.
Dilihat dari fasilitasnya Kuta memiliki fasilitas yang lengkap. Akomodasi hotel, restoran, spa dan banyak lainnya Pendukung pariwisata ada di sini.
Para wisatawan lebih suka menghabiskan waktu liburannya di Pantai Kuta. Pantai dengan pasir putih dengan olahraga selancarnya sangat cocok sebagai tempat istirahat sambil menunggu indahnya panorama matahari terbenam (sunset). Sehingga tidak salah jika pantai ini menjadi satu pilihan dari banyak tempat wisata lain di dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)

+%5BDesktop+Resolution%5D.jpg)